A / 01Hardware · IoT
A. Hardware & Embedded IoT Engineering
Pada bidang rekayasa perangkat keras dan sistem tertanam, Artheon Bridge Indonesia mengembangkan ArtheonPrimeHub™, yaitu kios pintar dan perangkat digital signage interaktif berlayar besar berukuran 32 inci. Perangkat ini dirancang menggunakan platform berbasis Linux dengan prosesor Intel Core i3 maupun Android, serta dapat dilengkapi dengan pemindai RFID, kamera Full HD, sensor suhu, dan sensor lingkungan sesuai kebutuhan implementasi.
Selain itu, perusahaan mengembangkan CardPlus™, yaitu lini kartu pintar berbasis RFID yang dirancang untuk mendukung identifikasi dan autentikasi digital. Kartu ini menggunakan teknologi chip dengan mekanisme keamanan khusus dalam ekosistem ArtheonPrime™, dengan tujuan meningkatkan perlindungan terhadap pemalsuan dan kloning kartu.
B / 02Artificial Intelligence
B. Artificial Intelligence & AI Research and Development
Dalam bidang kecerdasan buatan, Artheon Bridge Indonesia mengembangkan teknologi AI untuk interaksi manusia, otomatisasi, dan pembelajaran digital.
ArtheonAIRA™ (Virtual Receptionist AI) merupakan resepsionis virtual dan asisten interaktif berbasis AI yang dirancang untuk diintegrasikan dengan perangkat kios fisik, sehingga dapat membantu layanan informasi, penerimaan tamu, dan interaksi pengguna secara lebih responsif.
Sementara itu, ArtheonSERA™ (Educational AI Assistant) merupakan asisten pembelajaran berbasis AI yang dirancang untuk mendukung proses belajar mandiri melalui interaksi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Riset AI perusahaan juga mencakup pengembangan sistem pengenalan wajah, pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP), otomatisasi cerdas, serta integrasi AI ke dalam berbagai aplikasi dan perangkat.
C / 03Security Engines
C. Cybersecurity & System Engines
Artheon Bridge Indonesia mengembangkan mesin keamanan digital dan sistem proteksi aplikasi untuk meningkatkan integritas, keandalan, dan keamanan operasional perangkat lunak.
ArtheonGeoTrust™ (Anti-Fake GPS) merupakan teknologi validasi geolokasi yang dirancang untuk membantu mendeteksi manipulasi GPS dan penggunaan lokasi palsu melalui pemeriksaan terhadap indikator lokasi dan sinyal integritas perangkat.
Di samping itu, perusahaan mengembangkan tiga komponen proteksi aplikasi, yaitu ArtheonAppShield™, ArtheonAppLock™, dan ArtheonAppRelease™. Ketiganya dirancang untuk mendukung perlindungan aplikasi dari risiko pembajakan, aktivitas debugging yang tidak diizinkan, serta tindakan logout atau penghapusan aplikasi tanpa otorisasi sesuai mekanisme yang diterapkan.
Seluruh teknologi keamanan ini dikembangkan sebagai komponen modular yang dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi maupun sistem institusional sesuai kebutuhan dan tingkat perlindungan yang diperlukan.
D / 04Fintech · Payments
D. Fintech & Payment Gateway
Pada bidang teknologi finansial, Artheon Bridge Indonesia mengembangkan ArtheonQRPay™, yaitu solusi pembayaran digital berbasis kode QR yang dirancang untuk mendukung transaksi non-tunai dalam ekosistem aplikasi.
Perusahaan juga mengembangkan ArtheonDailySave™, sebuah sistem tabungan otomatis yang dirancang untuk membantu pengelolaan dan akumulasi dana secara berkala, serta mendukung pengembangan interkoneksi dengan jaringan API perbankan mitra.
Lini teknologi ini diarahkan untuk mengintegrasikan proses pembayaran, pengelolaan saldo, tabungan, dan layanan keuangan digital ke dalam sistem yang lebih terpadu.
E / 05Mobility · Safety
E. Transportation & Emergency Network
Dalam bidang transportasi dan keselamatan pengguna, Artheon Bridge Indonesia mengembangkan ArtheonRideCall™, yaitu sistem pemesanan dan distribusi layanan transportasi (transportation booking and dispatch system) yang dirancang untuk menghubungkan pengguna dengan penyedia layanan transportasi.
Untuk mendukung kebutuhan keselamatan, perusahaan juga mengembangkan ArtheonSaveCall™, yaitu fitur tombol darurat SOS yang dirancang untuk mengirimkan notifikasi keadaan darurat dengan dukungan geofencing kepada pengguna terdekat sesuai mekanisme sistem.
Kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun layanan mobilitas digital yang terintegrasi dengan sistem lokasi, komunikasi, dan respons darurat.